JAKARTA - Indonesia yang merupakan negara sepakbola
memiliki animo yang sangat tinggi baik dari penontonnya maupun dari
pihak klub. Namun ternyata, meskipun Indonesia memiliki banyak klub dan
antusiasme penonton yang begitu tinggi, tidak dibarengi dengan
kedewasaan yang juga tinggi, bahkan dapat dibilang kedewasaan klub dan
suporter di Indonesia cenderung stagnan.
Hal tersebut bisa dilihat
dari beberapa kali ulah suporter di Indonesia yang masih melakukan
keributan, tidak hanya di stadion ketika pertandingan berlangsung, di
beberapa kejadian suporter yang mengatasnamakan pendukung fanatik
tersebut dengan tega melakukan kerusuhan di luar stadion, seperti
contohnya dengan melakukan penyerangan di jalanan seperti yang terjadi
beberapa waktu yang lalu.
Gambar : Bolasport.com
Namun
baru baru ini yang tengah menjadi sorotan adalah ketika Persib Bandung
melakukan aksi Walk Out di laga El Clasico kontra Persija Jakarta. Dalam
pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Manahan, Solo, Jum'at
(3/11/2017) sore tersebut, Persib lebih memilih melakukan aksi Walk Out
lantaran mereka merasa dicurangi oleh wasit dalam laga tersebut
Indosport.com (4/11/2017).
Tentu saja ini menjadi kerugian
tersendiri bagi Persib lantaran mereka harus kalah dengan skor 3-0
karena melakukan aksi WO. Dalam waktu normal sendiri, Persib sebenarnya
hanya tertinggal 1-0 hingga menit 80an, tetapi seperti dengan peraturan
yang ada bahwa tim yang melakukan WO harus dikenai sanksi kalah dengan
skor 3-0.
Aksi Walk Out seperti yang dilakukan oleh Persib ini
sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di Liga Indonesia, bahkan klub
rival yaitu Persija Jakarta juga pernah mengalami hal serupa. Seperti
yang dilansir dari Bola.com (4/11/2017) bahwa ada tiga tim di Indonesia
yang pernah melakukan aksi WO, klub tersebut adalah Persebaya Surabaya
di tahun 2005 lalu. Kejadian ini bermula ketika Persebaya akan
melangsungkan pertandingan kontra tuan rumah Persija Jakarta di Stadion
Utama GBK. Namun dikarenakan Persebaya merasa bahwa situasi tidak adil
dan memanas, maka mereka memilih untuk mengundurkan diri. Hingga pada
akhirnya Persebaya pun mendapatkan beberapa sanksi seperti salah satunya
degradasi ke Divisi Satu.
Gambar : Antara.com
Kejadian
serupa juga kembali terjadi di musim 2008/2009, kala itu Sriwijaya FC
yang berjumpa dengan Persipura Jayapura di Final Copa Dji Sam Soe
Indonesia dimana pada saat itu Persipura yang tertinggal 1-0 dari
Sriwijaya FC merasa bahwa pertandingan berat sebelah dan merugikan pihak
Persipura, terlebih lagi beberapa keputusan kontroversial seperti
handsball yang tidak dianggap dan kartu merah terhadap pemain Persipura,
Ernest Jeremiah membuat Boaz Solossa dkk memilih Walk Out.
Yang
terakhir adalah ketika Persija Jakarta melakukan aksi serupa di musim
2009/2010, pada saat itu Persija Jakarta yang berstatus sebagai tuan
rumah dinyatakan kalah WO lantaran gagal menggelar pertandingan di
Stadion Lebak Bulus. Melalui Komdis PSSI, Hinca Panjaitan Persija pun
dinyatakan kalah 0-3 dari Persiwa Wamena, memang pada saat itu masalah
mengeluarkan izin keramaian menjadi sangat sulit karena berbarengan
dengan agenda Pemilu.
Lantas bagaimana dengan tanggapan anda,
apakah masalah kedewasaan dari klub kontestan Liga Indonesia memang
masih jalan di tempat dan tidak ada perkembangan karena masih saja tidak
bisa menerima keputusan wasit dengan lapang dada?, bahkan setelah lebih
dari 10 tahun aksi serupa kembali terulang di laga El Clasico kemarin.
Lalu apakah pantas jika nantinya Persib Bandung diganjar sanksi
degradasi seperti yang dialami oleh Persebaya Surabaya?
Sumber
ADS HERE !!!