
Foto: FRANCK FIFE/AFP
Paris - Ribut-ribut rebutan penalti Edinson Cavani dan Neymar
belum reda betul. Kabar teranyarnya, Paris Saint-Germain menjanjikan Rp
15 miliar agar Cavani melepas tugas eksekutor penalti.
Kisah
berebut jatah penalti itu terjadi saat PSG menang 2-0 atas Lyon di Parc
de Princes, Minggu (17/9/2017) lalu. Dalam laga yang dimenangi Les
Parisiens lewat dua gol bunuh diri itu, Cavani dan Neymar rebutan
eksekusi penalti di menit ke-80.
Cavani akhirnya menjadi penendangnya, tapi gagal. Kejadian ini menjadi
isu besar karena di beberapa saat sebelumnya di laga yang sama, keduanya
juga sempat meributkan eksekusi tendangan bebas yang akhirnya diambil
Neymar.
Salah satu teori terkait penyebab munculnya keributan itu adalah,
adanya bonus senilai 1 juta euro atau senilai Rp 15 miliar di kontrak
Cavani jika mampu jadi top skorer Liga Prancis. Itu sebabnya penyerang
internasional Uruguay tersebut bersikeras mengambil penalti.
Nah, kabar teranyar menyebut bahwa salah satu upaya PSG meredakan
permasalahan adalah dengan membayarkan langsung bonus Cavani tersebut,
tanpa menunggu klausul top skorer terpenuhi. Dengan begitu, Cavani bisa
melepaskan tugasnya sebagai eksekutor penalti.
Hal ini dilaporkan media Spanyol, El Pais. Dalam laporan yang sama, El Pais menyebut bahwa Cavani menolak tawaran tersebut.
PSG
sendiri bergerak cepat untuk menangani isu ini. Media Prancis Le
Parisien melaporkan bahwa PSG membantah telah menawarkan kesepakatan
tersebut kepada Cavani.
"PSG secara resmi membantah informasi
yang menyebut Cavani mungkin melepaskan jatah eksekusi penalti untuk
bonus otomatis dari klub," demikian tweet
Le Parisien sebagaimana dikutip
ESPN.
Sumber : https://sport.detik.com/
ADS HERE !!!